Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Salam Tiga B (Belajar, Berjuang, Bertaqwa) !

Rekan-rekanita Pelajar NU di Purbalingga yang saya sayangi dan banggakan. Saat ini di negara kita Indoneisa sedang mengalami wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona.  Penyakit virus corona atau Covid 19 Virus merupakan wabah yang muncul awal di Wuhan, kemudian menyebar dengan cepat, memengaruhi wilayah lain di China. 

Kata “Corona ” berasal dari bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota. Ini sesuai dengan bentuk Coronavirus itu sendiri yang kalau dilihat dengan mikroskop nampak seperti mahkota (lihat gambar). Bentuk mahkota ini ditandai oleh adanya “Protein S ” yang berupa sepatu, sehingga dinamakan spike protein, yang tersebar disekeliling permukaan virus (tanda panah). “Protein S ” inilah yang berperan penting dalam proses infeksi virus terhadap manusia.

Kejadian ini mengingatkan saya ketika dulu kuliah di Fakultas Biologi Unsoed. Mata kuliah yang diambil dulu ada mata kuliah wajib dan pilihan. Virologi merupakan salah satu mata kuliah pilihan pada waktu itu.

Virologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang virus dan penyakit-penyakit yang disebabkannya. Virus adalah parasit atau makhluk hidup yang kehidupannya bergantung pada makhluk hidup lain, berukuran mikroskopik (tidak dapat dilihat oleh mata) yang menginfeksi sel organisme biologis. Status virus sering menjadi kontroversi apakah ia termasuk makhluk hidup atau bukan.

Virus memiliki ciri makhluk hidup karena memiliki DNA dan dapat berkembang biak, sedangkan disebut benda mati karena tidak memiliki sel dan dapat dikristalkan. Mungkin solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan menyebut virus sebagai makhluk perantara yang tidak termasuk ke dalam kelompok makhluk hidup juga tidak sepenuhnya dapat dikatakan sebagai benda mati.

Virus bersifat obligat, artinya virus hanya dapat hidup dalam sel inang dan tidak dapat bertahan di luar sel. Mata kuliah ini juga mempelajari dasar-dasar virologi, klasifikasi virus, reproduksi virus, reaksi imunologi dan vaksin virus, penyebaran dan inveksi virus, diagnosa laboratorium virus dan masih banyak lagi topik yang lainnya. 

Saat  ini pemerintah melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI) kalau ndak salah membuka relawan untuk menjadi peneliti. Tim ini akan melakukan research mengenai virus corona. Barangkali hal ini merupakan peluang kerja baru bagi mereka yang sudah lulus biologi mengambil mata kuliah virologi bisa ikut mendaftar. 

Rekan-rekanita yang punya minat mempelajari virus, tertarik menjadi peneliti, menjadi ilmuan (scientist). Kalau sudah lulus sekolah khususnya yang SMA/MA/MAN dan ingin melanjutkan kuliah (study) kalau boleh saya sarankan pilihlah program studi Biologi di Perguruan tinggi tertentu. Saya rekomendasikan untuk perguruan tinggi yang negeri pilih kampus Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Saya salah satu produk alumni Fabio Unsoed. Hee… 

Sedangkan perguruan tinggi yang swasta yang ada biologinya yaitu Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) kebumen dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Sehingga harapannya nanti akan banyak lahir ilmuwan hebat dari IPNU-IPPNU. 

Setahu saya beberapa contoh Ilmuwan-ilmuwan islam yang cerdas dan berpengaruh dibidang sains. Mereka adalah Jabir Ibnu Hayyan (Gebert) penemu ilmu kimia, Ibnu Sina (Avicenna) dengan karyanya menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, diabetes dan penyakit lainnya. Abul Qasim Khalaf ibn Al-Abbas meneliti ilmu kedokteran, khusunya gigi dan kelahiran anak, selain itu juga menciptakan penemuan mengenai obat-obatan. Ayooo…. kader muda IPNU-IPPNU menjadi Scientist !. 

Maju Terus Pantang Menyerah !.

Merdeka… !.

Sumber : 

Saya biasa dipanggil Bagas. Nama lengkap saya Bagas Prakoso. Lahir di Purbalingga, 03 Juni 1989. Pendidikan terkahir Magister (S2) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Alhamdulillah sudah mempunyai istri dan satu anak putri. Saat ini tinggal di Purwokerto sebagai Auditor LPPOM MUI Jawa Tengah. Dosen di Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Dosen LB di IAIN Purwokerto.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *