Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram

Pada hari Minggu, tanggal 15 Agustus 2021 pukul 09.00 s.d 11.30 WIB atau 2 hari yang lalu,  Dosen Biologi Fakultas MIPA UMNU Kebumen yang terdiri dari Pak Bagas Prakoso, S.Si., dan Ibu Fitri Rahmawati, S.Si dan M.Si  bersam dengan  Ketua PAC IPNU-IPPNU Kertanegara yaitu Rekan Syahrul Hidayah dan Rekanita Aprillian Mariska telah mengadakan webinar pengabdian masyarakat dengan tema edukasi “Pentingnya Konservasi dan Biodiversitas Nusantara bagi Kehidupan”, khususnya bagi anggota PAC IPNU IPPNU Kertanegara.

Webinar ini merupakan slah satu bentuk wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, sekaligus memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus. Melalui platform google meet kegitan webinar dapat terlaksana dengan jumlah peserta kurang lebih 20 orang.

Rekanita Aprillian Mariska sebagai MC membacakan susunan acara, dimulai dengan pembukaan membaca basmallah. Selanjutnya sambutan dari PAC IPNU IPPNU Kertanegara yang diwakili oleh Rekan Syahrul Hidayah, yang menyampaikan ucapan terimakasih, karena merasa senang karena mendapat ilmu dan pengetahuan serta dapat belajar tentang konservasi dan biodiversitas.

Sambutan berikutnya perwakilan dari Dosen UMNU Kebumen yang diwakili oleh Pak Bagas Prakoso, M.Si yang menyampaikan bahwa webinar ini merupaka kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat edukasi khususnya untuk pelajar NU. “Rasanya senang dan gembira bisa silaturahim dan kerjasama dengan PAC IPNU IPPNU Kertanegara, karena dulu Saya juga merupakan pengurus PC IPNU IPPNU Purbalingga tahun 2014 – 2016 sebagai Wakil Ketua I. Selain itu, Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena salah satu anggota dari tim kami yaitu Pak Teguh Arief Rahmanto, M.Si tidak bisa hadir dalam webinar ini karena sedang sakit”, kata beliau.

Tibalah waktunya acara pemaparan materi yang dipandu oleh Rekan Syahrul Hidayah sebagai moderator. Materi pertama dipaparkan oleh Ibu Fitri rahmawati, M.Si mengenai topik “Biodiversitas Kupu-Kupu”. Beliau menyampaikan tentang Biodiversitas yang dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan:

a. Keanekaragaman Spesies
Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya.
b. Keanekaragaman Genetik
Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis.
c. Keanekaragaman Ekosistem
Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja.

Selain itu juga definisi kupu-kupu, siklus hidup kupu-kupu, manfaat kupu-kupu, studi kasus biodiversitas kupu-kupu di taman wisata alam pananjung pangandaran, dan pentingnya konservasi kupu-kupu.

Selanjutnya, materi kedua dipaparkan oleh Pak Bagas Prakoso, M.Si dengan topik “Biodiversitas Belalang di Agroekosistem dan Eksistem Hutan Tanaman Baturaden”. Dimana pada ekosistem hutan, tanaman ditemukan 3 famili, 5 spesies dan 2.096 individu. Sedangkan ,di Agroekosistem ditemukan 1 famili, 3 spesies dan 1.029 individu. Spesies yang ditemukan di ekosistem hutan tanaman antara lain yaitu Atractomorpha crenulata, Criotettix cf. robustus (Hancock), Hesperotettix viridis pratensis, Miramella alpina, dan Oxya hyla intricata (Stal). Sedangkan pada agroekosistem ditemukan spesies Gesonula mundata (Walker), Oxya hyla intricata (Stal), dan Valanga nigricornis (Burmeister). Spesies Oxya hyla intricata (Stal) dari (famili: Acrididae) merupakan satu-satunya spesies yang ditemukan pada kedua ekosistem.

Ketika sesi tanya jawab beberapa peserta memberikan pertanyan diantaranya dari Rekan Syahrul, “Bagaimana cara mengendalikan hama belalang ?”. Lalu Rekanita Suliayani juga mengajukan pertanyaan, “Kenapa kupu-kupu memiliki tubuh dan sayap yang berwarna-warni sangat indah ?”

“Dikatakan hama, sebenarnya ketika jumlah belalang sudah melebihi ambang batas normal. Untuk membunuh belalang, mungkin yang paling cepat dengan menggunakan pestisida. Tapi itu adalah zat kimia dan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan atau mungkin membunuh serangga lain. Solusi lain yaitu  dengan predator alami seperti laba-laba, kadal, dll. Solusi berikutnya, mungkin dengan menyediakan tumbuhan disekitar ekosistem pertanian sebagai sumber pakan alternatif / pengalihan belalang sehingga belalang tidak rakus memakan daun tanaman pertanian”.

Selanjutnya menjawab pertanyaan dari Rekanita Suliyani, “Bahwa sayap kupu-kupu berwarna-warni karena sisik kupu-kupu berisi pigmen dan juga sayap kupu-kupu memantulkan cahaya berwarna-warni sehingga kadang terlihat berwarna hijau, biru dan ungu”, pungkas Pak Bagas .Prakoso, S.Si., M.Si.

Syahrul Hidayah selaku ketua PAC IPNU Ketanegara berharap kegiatan ini dapat berlanjut kerjasama di bidang lain. Di akhir webinar peserta diminta untuk mengisi daftar hadir pesan, kesan, saran dan kritik untuk perbaikan dan evaluasi dari kegiatan ini agar kedepannya lebih baik lagi.

Saya biasa dipanggil Bagas. Nama lengkap saya Bagas Prakoso. Lahir di Purbalingga, 03 Juni 1989. Pendidikan terkahir Magister (S2) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Alhamdulillah sudah mempunyai istri dan satu anak putri. Saat ini tinggal di Purwokerto sebagai Auditor LPPOM MUI Jawa Tengah. Dosen di Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Dosen LB di IAIN Purwokerto.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *